Rabu, 22 April 2015

Masa Kanak-Kanak



Menurut banyak orang, Masa Kecil adalah saat dimana setiap orang mengawali KARIR HIDUPANnya sebagai mahkluk kecil tak berdosa, tak berdaya, polos, dan penuh akan KEJUJURAN dalam hubungan pertemanan.

Itu menurut orang-orang pada umumnya.

Kalo menurut gue, Masa Kecil adalah masa dimana kita mempelajari banyak hal, entah itu positive atau negative, kita sama sekali nggak tau gimana cara nge-bedainnya, yang kita tau hanya BERNAPAS doang.

Kalo soal hubungan pertemanan, gue juga gak yakin kalo dalam hubungan pertemanan jaman kita dulu benar-benar penuh akan KEJUJURAN. Yaaa, mungkin awalnya aja, stelah itu, NGGAK.

Kenapa gue bisa berasumsi kayak gitu..?

Let’s look at my story..

Kejadian ini terjadi beberapa tahun yang lalu, tepatnya waktu gue masih menuntut ilmu di bangku SEKOLAH DASAR atau yang biasa kita sebut GOA, eh, maksud gue SD. Yaaah, tentunya SD adalah salah satu tempat gue menuntut ilmu selain di Rental PS dan di Semak Belukar Belakang Rumah gue. Diasanalah tempat pertama kalinya gue mempelajari banyak hal yang bersangkutan dengan kemampuan OTAK gue yang gue yakini tidak lebih besar dari UPIL SETAN.

Oke, singkat cerita, disana gue punya cukup banyak teman, salah satunya Andik, bocah pandai, berbudi pekerti luhur, disukai banyak gadis, dan juga digemari banyak guru. Namun tampangnya kayak IKAN SAPU-SAPU ALBINO.

Sebenarnya itu gak menjadi masalah buat gue dan gue juga gak iri kok sama semua perhatian yang dia dapat, kita kan TEMAN.

Sekali lagi..

TEMAN.

Biar dia tau, betapa polosnya gue waktu itu.

Awalnya semua baik-baik saja. Namun semuanya berubah, saat Negara Api mulai menyerang..

Hmmmm…

Okeeeyy, okkeey..

Namun semuanya mulai berubah, saat gue lagi asik maenin CICAK KECIL yang sengaja gue tangkap dan gue beri nama GODZILLA.

Sebenarnya cicak yang gue tangkap ada tiga ekor, yang empat udah gue kasi ke BEJO ayam gue.

Loh, kok empat?

Iya, sebenarnya waktu itu yang gue tangkap ada LIMA CICAK, tapi yang DUA “ekornya” udah putus saat mereka melakukan autotomi, karena itu yang gue hitung ekornya cuma tiga. Dan dengan sadisnya ekor itu dimakan teman gue Gusti dengan dalih mengobati sakit gigi.

Gak tau bener kagak tuh, tapi dia ngakunya sih sembuh.

Naah, dari kelima cicak, ada seekor cicak yang kulitnya paling PUTIH dan paling TRANSPARAN. Yaah, karena kulit transparannya itu seluruh organ tubuhnya jadi KELIHATAN dengan jelas. Dari lambung, ginjal, empedu, ampe usus duabelas jarinya juga bisa kita lihat dengan mudah, dan entah kenapa dimata gue, itulah hal yang menambah tingkat KEIMUTAN dari cicak itu. Mungkin ini CICAK ALBINO atau sebagainya, lalu…

Loh, emangnya cicak punya usus 12 jari? Emangnya ada cicak albino? Kenapa kita jadi ngebahas cicak sih?

Kembali ke cerita…

Nah, waktu itu gue lagi asik mainin si Godzilla di halaman sekolah. Eh, tiba-tiba Andik keluar kelas sambil lari-lari dan bahkan hampir nabrak gue yang lagi asik belajar AKUPUNTUR dibadannya Godzi pake sedotan bekas, gak tau kenapa. Tapi menurut gue, mungkin dia baru abis ketahuan nyolong CACING TANAH sama MENTIMUN buat kelangsungan hidupnya. Maklum, ikan sapu-sapuuuu.

Itu sih menurut gue..

Andik lari-lari..

“Wooeee.. Kampung, Loe liat kagak ada orang disini..!!?” Gue emosi.

“Maaf bro, gue lagi buru-buru dipanggil Kepala Sekolah.” Sambil terus berlari.

“Awas loe, untung gue orangnya penyabar, kalo kagak udeh gue kejar dia tuh!! trus kalo udah dapet!!! Hmmmm, GUEEE, minta maaf ke dia.!!! Maaf karena udah sempat marah-marah tadi, hihihi.” Kata gue dalam hati.

Dan dengan tampang yang polos nan memuakan gue lanjutin AKTIVITAS gue, gue kembali ngumpulin sedotan bekas, dan..

“Loh, Godzi mana? Perasaan tadi dia masih disini?” Kata gue cemas.

Gue nengok kiri-kanan. GAK ADA…!!!

Gue cari-cari di bebatuan. MASIH GAK ADA…!!!

Gue cari-cari di ruang guru. TETEP GAK ADAAAA...!!!!

Gue cari-cari di tembok, trus gue liat cermin. TERNYATA GUE GANTEEENGGG..!!!

Hihihihi…

Gue makin terlihat cemas dan putus asa, hingga mata gue tertuju pada sebuah kaleng bekas. Perlahan gue dekati kaleng itu, sambil berharap si Godzi sedang bersembunyi di baliknya. Gue pegang kaleng itu, lalu gue minum aer di dalamnya. Yaaah, gak lah. Perlahan gue angkat, dan apa yang gue lihat sama sekali gak pernah terlintas dipikiran gue.

“Tii..Tiii..TIIID…TIIIIIDDAAAAAKKKKKK…..!!!!!!”

Gue teriak sekeras-kerasnya dalam HATI. Ternyata si Godzilla, cicak gue berhasil gue temuin, dia NYUNGSEP dengan kondisi yang sudah tidak lagi BERNYAWA, dan tubuhnya sudah tak lagi UTUH. Organ tubuhnya berceceran dimana-mana.

SUMPAH, GUE KAGET BINGITZZ. 

Gue gak mampu berkata apa-apa lagi, kejadiannya tadi begitu cepat. Gue sampe meneteskan air mata, melihat keadaan Godzi yang begitu menggenaskan. Tiba-tiba Andik lewat lagi, berhenti, dan duduk disamping gue.

“Kenapa bro?” Andik bertanya, sambil ikut ngeliat di balik kaleng.

“….” Gue gak bisa ngomong.

“Apaan tuh?” Andik bertanya lagi. Makin pengen tau.

“….” Gue masih gak bisa ngomong.

“Loe kenapa gak ngomong, lagi bisu?” Andik makin rese’.

“….” Dan gue makin diem.

“Ooo, cicak yang tadi loe maenin yah, kok bentuknya jelek amat sih?” Andik makin keterlaluan.

“Sebenarmya gue tadi sengaja nendang cicak loe, Cuma buat becandaan doang, eh kagak taunya mati. Nih, di sepatu gue masih ada bagian tubuh cicak loe.” Kata Andik lagi.

Gue nengok kesepatunya dan..

“TIIIIIDDAAAAAKKKKKK…..!!!!!!”

Skali lagi gue treak sejadi-jadinya, kali ini langsung ke telinga Andik. Ternyata yang ada di sepatu Andik adalah GINJAL si Godzilla.

JREEEENNGG…JREEENNNGGG…!!!!

Gue langsung pingsan dengan mulut berbusa.




# Inilah kenapa, gue sama Andik gak pernah seakrap dulu, dan inilah kenapa, gue gak terlalu percaya soal PERTEMANAN MASA KECIL.

Tapi semenit setelah kejadian itu, gue udah maafin loe kok Ndik, gak baik kan kalo kita simpan dendam lama-lama? Hehehe..

Selasa, 10 Februari 2015

PERKENALAN


Ditahap “PERKENALAN” ini gue akan sedikit menjelaskan dan memaparkan tentang siapa diri gue yang sebenarnya. Karena sampai saat ini gue rasa gak semua orang yang gue kenal mengenal gue dengan baik, contohnya Ebiet G. Ade, gue kenal siapa beliau, gue koleksi semua lagu-lagunya, gue tau dimana beliau tinggal, gue tau siapa nama HANSIP yang biasanya keliling kompleks rumahnya, bahkan gue juga tau nama-nama kucing yang pernah nyolong ikan dari rumah hansip itu. Tapi, apa iya, om Ebiet mengenal gue layaknya gue mngenal dia?

Jawabannya, NGGAK..!!! 

Beliau gak kenal siapa gue.. :’(

Mirisnya, hal yang sama juga terjadi pada Julia Perez, Nabila JKT48, Melly Goeslaw, Anie Carrera, Tomi “si Power Ranger Merah”, Kabutako, dan khusunya GODZILLA. Mereka juga sama-sama gak mengenal gue. Apalagi mengenal “Om Natus” HANSIP di sekitaran kompleks rumah gue.

Intinya gue gak mau kalian merasakan hal yang sama seperti apa yang mereka rasakan.

GAK MENGENAL SIAPA GUE.!!!

Oke, perkenalkan nama gue Richard, boleh dipanggil Ichat, Icha, Cha, Ha, A..aah sudahlah. Tapi biasanya temen-temen gue sering manggil gue dengan sebutan Al Ghazali (ALakadarnya, GHAk nyangka ZHalah LIat).

Hmm, pengabungan kata yang ANEH.

Saat ini gue masih berstatus sebagai MAHASISWA jurusan Ilmu KOMUNIKASI di salah satu UNIVERSITAS di daerah tempat gue tinggal. Kupang, NTT (Nusa Tenggara Timur).

Gue anak PERTAMA dari tiga orang bersaudara, dan kami bertiga ditakdirkan sebagai 3 orang anak laki-laki yang SEHAT dan NORMAL tentunya, meskipun gue masih belum yakin dengan kejelasan GENDER dari kedua ade gue. Namun kayaknya mereka normal.

Mungkin mereka juga memikirkan hal sama terhadap gue -_-.

Dari kecil gue udah tinggal dirumah OPA sama OMA gue, bersama beberapa anggota keluarga lainnya dari emak gue. Jujur dulu gue anak yang polos, sopan dan nyaris tak bercelah hingga akhirnya gue mulai belajar beberapa ILMU dari OPA “Yang Irit, Namun Atletis dan Pekerja Keras” dan  OMA gue “Yang Pelupa, Protektif, dan Pandai Menipu, Namun Selalu Menyayangi Setiap Anggota Keluarganya”. Mereka selalu bisa membuat gue tertawa dengan berbagai tingkah mereka, hingga akhirnya gue bisa segila ini, namun tentunya ilmu yang gue dapat masih dalam konteks yang POSITIVE.

Gue gak pernah malu mempunyai mereka, bahkan gue bangga bisa hidup diantara mereka.

Selain itu, soal kehidupan sehari-hari. Gue punya banyak teman yang selalu memberikan gue dorongan akan setiap hal yang gue lakuin. Maaf, gue gak bisa sebutin nama kalian satu persatu.

Bukaaan..

Bukan karena kalian terlalu banyak, tapi nama kalian aja yang kayak mahkluk PRASEJARAH GUNUNG RINJANI. Vernansius, Eugenius, Hilarius, Virus, Infus, Ingus, dan Ah, apalah sebagainya. Intinya YOU ARE MY FRIEND’S. #narutomusic

Soal PACAR.? (F**k)

TOLONG, JANGAN TANYAKAN HAL YANG TABU DALAM HIDUP SAYA..!!!

Yah, bai de wei, mungkin sampai disini dulu perkenanalan tentang gue dan disertai penjelasan tentang OPA sama OMA gue yang sebenarnya gak gue rencanain sebelumnya. Menurut sebagian orang, It’s just a Laugh, But please, ini hidup gue, dan seperti kata NARUTO, “Inilah Jalan Hidup Seorang Ninja”.

So, what..?

Jumat, 06 Februari 2015

Arti Malapetaka Yang "NGANGENIN"

Awalnya gue sendiri bingung, kenapa judul blog ini harus "Malapetaka Yang NGANGENIN". Yah, jujur aja kalo sebenarnya gue agak DILEMA waktu nyari-nyari judul yang PAS, karena walaupun IQ gue cuma setara kayak Nobita, Shinchan, dan Hamtaro, tapi gue cukup yakin kalo gue mampu menciptakan berbagai judul yang menarik dan lagi-lagi gue juga SANGAT yakin kalo judul-judul yang gue siapkan itu bakal Tenar, Terkenal, Tersohor, Terbaik, Terbalik, Terintimidasi, Terlecehkan, dan Ter.. (Ah sudah lah), intinya meningkatkan KUALITAS tulisan atau blog gue.

Yah, gue memang orang yang OPTIMIS.

Catatan Hati Seorang Bini, Tukang Bubur Naik Podium, Ayah Kenapa Aku Berak, GGS (Garuk Garuk Singa) dan bahkan pernah sempat terlintas dipikiran gue buat ngegabung semua judul SPEKTAKULER itu menjadi sebuah judul yang SEMOK yaitu “Catatan Tukang Bubur Waktu Berak di Kandang Singa”.

Tapi kenapa gak gue pake judul yang SEMOK itu?

Gue hanya gak mau aja kalo blog gue dianggap sebagai situs PORNO. Ya tentu karena judul itu terlalu SEMOK alias MONTOK alias PANJANG BINGITS buat diposting. Karena itu dengan BEGOnya gue pake judul yang MEMUAKAN namun sebenarnya SANGAT MEMUAKAN ini menjadi judul blog gue.

Tapi dibalik itu semua, judul ini memang cukup pantas untuk blog gue, karena nantinya blog ini bakal dipenuhi kisah-kisah hidup gue yang aneh dan penuh akan malapetaka namun ngangenin untuk gue pribadi tentunya.

Karena itu gue ngucapin banyak-banyak TERIMAKASIH buat kalian yang mau dengan rela mampir ke KEDIAMAN tulisan-tulisan gue yang kecil, sempit dan kumuh ini. Meskipun terlihat jorok, namun sebenarnya ini SURGA bagi tulisan-tulisan gue. :)